WhatsApp
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

Sengketa Merek Rokok Gudang Garam vs Gudang Baru

07 - February - 2015

Meski telah dinyatakan kalah dalam kasus sengketa merek antarperusahaan rokok di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, PT Jaya Makmur selaku pemilik Brand Gudang Baru, terus melakukan upaya hukum. Kemarin, bersama penasihat hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, Gudang Baru terus memantau sidang di Pengadilan Niaga Surabaya.

Sedianya, dalam persidangan kemarin, sengketa brand itu memasuki agenda sidang duplik. Namun, sidang yang sejatinya berlangsung pukul 13.00 WIB, itu terpaksa ditunda karena majelis hakim yang diketuai Ainur Rofik masih memimpin sidang pidana.

Dijelaskan Yusril Ihza Mahendra, pihaknya terpaksa melakukan gugatan ke Pengadilan Niaga Surabaya, karena pihak Gudang Garam tak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut secara internal. Padahal, jika ditilik dari segi perusahaan, Gudang Baru hanyalah pabrik rokok kecil yang tak imbang menandingi perusahaan rokok ternama asal Kediri itu.

“Kami sudah pernah bertemu secara langsung dengan pihak Gudang Garam, bahkan sudah ajukan kerja sama, ada tanggapan tapi untuk masalah ini masih akan terus berlanjut,” katanya saat ditemui di PN Surabaya.

Menurut Yusril, sejak menjalani sidang perdana, pihak PT Jaya Makmur selaku pemilik brand, sudah memberikan bukti-bukti terkait lisensi brand produknya berupa sertifkat merek Gudang Baru dari HAKI Kememkumham. Hanya saja, pihaknya masih menunggu hingga proses sengketa tersebut selesai.

“Bahkan saya juga pernah menjadi ahli dalam kasus ini. Kalau masih ada masalah, semestinya HAKI yang digugat, karena mereka yang mengeluarkan sertifikat untuk Gudang Baru,” jelas Yusril.

Lebih lanjut, terkait desain produk yang juga disebut-sebut nyaris sama, Yusril memastikan tidak ada masalah. Ini dibuktikannya dengan telah diajukannya lisensi tentang desain industri oleh PT Jaya Makmur terkait produk rokok tersebut. “Sudah, sudah diajukan dan nanti akan ada sertifikat desain industrinya,” tegasnya.

Lalu, di mana letak kesamaan versi Gudang Garam yang disebut pihak penggugat sebagai pendomplengan nama? Pakar hukum tata negara itu menjelaskan jika tidak bisa menyebutkan secara spesifik. Hanya saja, yang paling utama menjadi persoalan sengketa yakni terkait penggunaan kata ‘Gudang’ dalam dua brand rokok tersebut.

“Ya seperti nama media, ada media indonedia dan ada juga media nusantara. Nanti yang pakai nama media lagi bisa digugat,” jelasnya dengan tertawa.

Seperti diketahui, PN Kepanjen dalam putusannya memenangkan PT Gudang Garam selaku penggugat atas kasus kepemilikan brand rokok miliknya. Putusan ini lantas ditanggapi sengit oleh pihak tergugat dengan mengusung Yusril Ihza Mahendra sebagai penasihat hukum.

Proses hukum lainnya pun dilakukan PT Jaya Makmur untuk melawan, yakni dengan meneruskan urusan sengketa tersebut hingga ke Pengadilan Niaga Surabaya. Mereka yakin jika kasus tersebut akan selesai dengan baik.

“Pihak Gudang Garam sudah mulai membuka diri. Pak Ali Khozin selaku pemilik PT Jaya Makmur juga sudah mengusahakan agar hasilnya baik demi kepentingan bersama,” tandas Yusril. (arn/rum)

Sumber: beritametro.co.id

dibaca: 22180 kali

TAG :

gudang garamgudang baru
 

Berita & Artikel Terkait

Berita & Artikel Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 »
 

Pentingnya Due Diligence Kekayaan Intelektual dalam Perusahaan: Merek, Paten, Desain, Hak Cipta

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Banyak perusahaan masih memandang aset fisik seperti bangunan, mesin, stok barang, dan laporan keuangan sebagai ukuran utama kekuatan bisnis. Padahal, dalam perkembangan ekonomi saat ini, nilai perusahaan justru semakin ditentukan oleh kekayaan intelektual (intellectual property). Pada banyak perusahaan global, aset paling bernilai tidak lagi...

Ketika Persepsi Pasar Berubah dan Tumbangnya Raksasa Brand Dunia

  Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak sedikit merek besar dunia yang pada masanya pernah dianggap terlalu kuat untuk dikalahkan. Nama-nama tersebut bukan hanya mendominasi pasar, tetapi juga membentuk budaya konsumsi, simbol status sosial, hingga identitas generasi tertentu. Namun sejarah bisnis memperlihatkan bahwa kekuatan brand sebesar apa pun tetap dapat mengalami...

Merek Sebagai Sebuah Komposisi: Harmoni Bunyi, Warna, Bentuk, dan Resonansi Sosial dalam Arsitektur

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Jika dibedah lebih dalam, merek tidak sekadar nama dagang atau simbol visual yang berfungsi membedakan suatu produk dari produk lainnya. Dalam dimensi yang jauh lebih kompleks, proses pembentukan merek sesungguhnya memiliki kemiripan yang sangat dekat dengan proses lahirnya sebuah karya musik. Sebagaimana sebuah lagu tersusun melalui harmoni nada,...

Merek Viral Bukan Kebetulan: Strategi Entry Branding dalam Menciptakan Ledakan Pasar

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak sedikit orang beranggapan bahwa sebuah merek menjadi viral semata-mata karena keberuntungan, momentum media sosial, atau tren sesaat. Padahal dalam praktik branding kontemporer, viralitas sering kali merupakan hasil dari strategi persepsi yang dirancang secara sadar sejak awal. Sebagian merek bahkan memang dibentuk untuk menjadi bahan...

Merek Sebagai Agama Modern: Ketika Brand Berubah Menjadi Sistem Kepercayaan Sosial

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di dalam teori bisnis klasik, merek umumnya dipahami sebagai identitas komersial yang berfungsi membedakan barang atau jasa milik satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya. Namun dalam praktik branding kontemporer, sebagian merek besar dunia telah berkembang jauh melampaui fungsi identifikasi produk semata. Pada level tertentu, merek tidak...

Strategi Nama Merek yang Sengaja Dibuat “Salah” tetapi Justru Kuat

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Dalam praktik branding kontemporer, terdapat fenomena menarik di mana sebagian perusahaan justru membangun identitas mereknya melalui kata yang secara linguistik dianggap tidak baku, tidak lazim, atau tampak seperti penyimpangan dari ejaan umum yang dikenal masyarakat. Walaupun sering dianggap sebagai bentuk “kesalahan” penulisan,...

Fengshui Nama Merek: Mitos, Psikologi, atau Strategi Persepsi Bisnis?

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Pembahasan mengenai branding pada umumnya identik dengan strategi pemasaran, psikologi konsumen, visual identity, dan positioning pasar. Namun menariknya, di berbagai negara Asia masih banyak pelaku usaha yang mempertimbangkan unsur fengshui ketika menentukan nama merek, logo, nomor bisnis, hingga identitas komersial lainnya. Bagi sebagian...

Strategi Membangun Merek Unicorn: Dominasi Aset Intelektual dalam Bisnis Modern

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Perubahan struktur ekonomi global telah menggeser cara pasar menilai sebuah perusahaan. Jika pada masa lalu kekuatan bisnis identik dengan kepemilikan aset fisik, maka saat ini nilai terbesar justru sering lahir dari kemampuan membangun dominasi intelektual, psikologis, dan ekosistem perilaku di tengah masyarakat. Fenomena tersebut kemudian...

Mengapa Permohonan Merek Tetap Berisiko Ditolak Walaupun Belum Terdaftar Oleh Pihak Lain

Masih banyak pelaku usaha beranggapan bahwa suatu merek pasti aman didaftarkan selama nama tersebut belum digunakan atau belum terdaftar oleh pihak lain. Padahal dalam praktik hukum merek di Indonesia, kondisi demikian belum tentu menjamin bahwa permohonan akan diterima oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sistem hukum merek di Indonesia tidak semata-mata menilai apakah...

KOPI DARI HATI: Konsistensi DNA Emosional dalam Strategi Branding

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di tengah persaingan industri kopi dan café yang semakin padat, banyak merek berlomba menampilkan kualitas biji kopi, teknik roasting, origin, hingga desain interior yang estetik. Namun dalam praktik branding, kekuatan sebuah merek sering kali tidak hanya lahir dari...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis