WhatsApp
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

Sengketa Cap Kaki Tiga ke Mahkamah Agung.

22 - December - 2011

Wen Ken Drug Co. Pte, perusahaan asal Singapura akan mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi PT Sinde Budi Sentosa terkait sengketa merek dan hak cipta logo Badak dalam kemasan minuman penyegar Cap Kaki Tiga.

Kuasa hukum Wen Ken Drug Agus Nasrudin mengatakan PK tersebut akan dilakukan kliennya karena terdapat kekeliruan dalam putusan yang dilakukan oleh majelis kasasi. “Kami akan ajukan PK paling lambat pekan ini,” katanya, hari ini.

Menurut dia, terdapat perbedaan pendapat (dissenting opinion) antara majelis kasasi terkait sah tidaknya kepemilikan hak cipta. Kalau tidak dilakukan PK, lanjutnya, maka akan terbentuk yurisprudensi yang akan mempengaruhi citra penegakan hukum atas Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) di mata Internasional.

Pada Desember 2010, majelis kasasi yang terdiri dari Abdurrahman, Mieke Komar, dan Rehngena Purba mengabulkan kasasi PT. Sinde terkait hak cipta logo Badak dalam produk Cap Kaki Tiga milik Wen Ken Drug.

Dengan adanya putusan tersebut maka kepemilikan merek dan hak cipta logo Badak dalam produk Cap Kaki Tiga milik Wen Ken Drug batal demi hukum.

Sementara itu, kuasa hukum PT. Sinde Budi Sentosa Mansyur Alwini mengatakan siap menghadapi PK yang akan diajukan pihak Wen Ken Drug tersebut. "Silakan saja mereka menempuh upaya hukum, tapi biarkanlah proses hukum berjalan," katanya.

Perkara itu berawal ketika Wen Ken Drug, perusahaan asal Singapura yang salahsatu hasil riset dan pengembangannya adalah jenis minuman larutan penyegar,melayangkan gugatan terhadap Tjioe Budi, terkait dengan sengketa merek denganlukisan badak.

Dalam gugatannya, penggugat menudingtergugat telah beritikad tidak baik dalam mendaftarkan merek dengan lukisanbadak atas namanya. Sehingga, penggugat menuntut agar pengadilan membatalkanpendaftaran merek No.509205, 509206, 509207, 509208, 509209, 509210,IDM000009804, IDM000020573, IDM000010617, IDM000146051, IDM000050902,IDM000050903, IDM000050904, IDM000050905, IDM000050906, IDM000050907,IDM000050908, IDM000050909, IDM000050910, IDM000057690, IDM000152059,IDM000228631 yang terdaftar atas nama tergugat.

Dalam gugatannya, penggugat mengklaim pihaknya merupakan perusahaan yang salah satu hasil riset dan pengembangannya adalah jenis produk minuman larutan penyegar yang dijual dengan menggunakan merek Cap Kaki Tiga dengan lukisanbadak.

Selain itu, Wen Ken menggugat Sinde Budi untuk menghentikan produksi dan penjualan produk Cap Kaki Tiga. Wen Ken sendiri sudah mendaftarkan merek Cap Kaki Tiga dengan lukisan Badak di Ditjen HKI pada 23 Desember 2003 untuk melindungi barang kelas 5.(Bis)****

dibaca: 17565 kali

TAG :

cap kaki tigakaki tiga
 

Related News & Articles

Others News & Articles

1 2 3 4 5 6 7 »
 

Merek Viral Bukan Kebetulan: Strategi Entry Branding dalam Menciptakan Ledakan Pasar

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak sedikit orang beranggapan bahwa sebuah merek menjadi viral semata-mata karena keberuntungan, momentum media sosial, atau tren sesaat. Padahal dalam praktik branding kontemporer, viralitas sering kali merupakan hasil dari strategi persepsi yang dirancang secara sadar sejak awal. Sebagian merek bahkan memang dibentuk untuk menjadi bahan...

Merek Sebagai Agama Modern: Ketika Brand Berubah Menjadi Sistem Kepercayaan Sosial

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di dalam teori bisnis klasik, merek umumnya dipahami sebagai identitas komersial yang berfungsi membedakan barang atau jasa milik satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya. Namun dalam praktik branding kontemporer, sebagian merek besar dunia telah berkembang jauh melampaui fungsi identifikasi produk semata. Pada level tertentu, merek tidak...

Strategi Nama Merek yang Sengaja Dibuat “Salah” tetapi Justru Kuat

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Dalam praktik branding kontemporer, terdapat fenomena menarik di mana sebagian perusahaan justru membangun identitas mereknya melalui kata yang secara linguistik dianggap tidak baku, tidak lazim, atau tampak seperti penyimpangan dari ejaan umum yang dikenal masyarakat. Walaupun sering dianggap sebagai bentuk “kesalahan” penulisan,...

Fengshui Nama Merek: Mitos, Psikologi, atau Strategi Persepsi Bisnis?

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Pembahasan mengenai branding pada umumnya identik dengan strategi pemasaran, psikologi konsumen, visual identity, dan positioning pasar. Namun menariknya, di berbagai negara Asia masih banyak pelaku usaha yang mempertimbangkan unsur fengshui ketika menentukan nama merek, logo, nomor bisnis, hingga identitas komersial lainnya. Bagi sebagian...

Strategi Membangun Merek Unicorn: Dominasi Aset Intelektual dalam Bisnis Modern

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Perubahan struktur ekonomi global telah menggeser cara pasar menilai sebuah perusahaan. Jika pada masa lalu kekuatan bisnis identik dengan kepemilikan aset fisik, maka saat ini nilai terbesar justru sering lahir dari kemampuan membangun dominasi intelektual, psikologis, dan ekosistem perilaku di tengah masyarakat. Fenomena tersebut kemudian...

Mengapa Permohonan Merek Tetap Berisiko Ditolak Walaupun Belum Terdaftar Oleh Pihak Lain

Masih banyak pelaku usaha beranggapan bahwa suatu merek pasti aman didaftarkan selama nama tersebut belum digunakan atau belum terdaftar oleh pihak lain. Padahal dalam praktik hukum merek di Indonesia, kondisi demikian belum tentu menjamin bahwa permohonan akan diterima oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sistem hukum merek di Indonesia tidak semata-mata menilai apakah...

KOPI DARI HATI: Konsistensi DNA Emosional dalam Strategi Branding

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Di tengah persaingan industri kopi dan café yang semakin padat, banyak merek berlomba menampilkan kualitas biji kopi, teknik roasting, origin, hingga desain interior yang estetik. Namun dalam praktik branding, kekuatan sebuah merek sering kali tidak hanya lahir dari...

AQUAPROOF dan Strategi Suggestive Branding: Ketika Nama Merek Menjawab Rasa Khawatir Konsumen

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Tidak semua merek dibangun untuk menciptakan prestige, simbol gaya hidup, atau kesan eksklusif semata. Dalam banyak kategori produk problem solver, kekuatan sebuah brand justru lahir dari kemampuannya menyentuh titik paling sensitif dalam psikologi konsumen: rasa khawatir,...

Merek Kata vs Merek Angka: Strategi Branding, Kekuatan Simbolik, dan Perlindungan Hukumnya

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H. Dalam konsep branding modern, pemilihan nama merek bukan lagi sekadar persoalan kreativitas, melainkan bagian dari strategi membangun persepsi, diferensiasi, dan positioning bisnis jangka panjang. Sebuah nama dapat menciptakan kesan tertentu bahkan sebelum publik mengenal produk atau layanan yang ditawarkan. Salah satu pendekatan yang menarik...

EATLAH: Branding Kasual yang Berhasil Membangun Identitas Kuat

Di era media sosial dan budaya konsumsi cepat seperti sekarang, brand kuliner terus bermunculan dengan berbagai konsep kreatif. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mampu membangun identitas yang kuat sekaligus terasa dekat dengan konsumennya. Salah satu contoh menarik dalam perkembangan brand kuliner modern di Indonesia adalah Eatlah. Didirikan pada tahun 2016 oleh Michael Chrisyanto...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis