WhatsApp
Berita & Artikel

Berita & Artikel

Kumpulan berita dan artikel terbaru terkait HKI, merek, paten, dan pengembangan bisnis.

 
 

Temukan Berita & Artikel

Strategi Nama Merek yang Sengaja Dibuat “Salah” tetapi Justru Kuat

19 - May - 2026
Strategi Nama Merek yang Sengaja Dibuat “Salah” tetapi Justru Kuat

Dr. Ichwan Anggawirya, S.Sn., S.H., M.H.

Dalam praktik branding kontemporer, terdapat fenomena menarik di mana sebagian perusahaan justru membangun identitas mereknya melalui kata yang secara linguistik dianggap tidak baku, tidak lazim, atau tampak seperti penyimpangan dari ejaan umum yang dikenal masyarakat. Walaupun sering dianggap sebagai bentuk “kesalahan” penulisan, modifikasi semacam ini pada kenyataannya justru kerap dirancang secara sengaja sebagai bagian dari strategi branding untuk menciptakan identitas yang lebih khas, mudah diingat, dan memiliki daya diferensiasi yang kuat di pasar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam strategi branding, penyimpangan bahasa tidak selalu identik dengan kelemahan. Dalam konteks tertentu, modifikasi ejaan justru dapat menjadi alat diferensiasi yang sangat efektif.

Praktik branding semacam ini dapat ditemukan pada berbagai merek global, antara lain:

  • Flickr — platform berbagi foto digital
    (berasal dari kata “Flicker”)
  • Tumblr — platform microblogging dan media sosial
    (berasal dari kata “Tumbler”)
  • Lyft — layanan transportasi dan ride-sharing
    (berasal dari kata “Lift”)
  • Krispy Kreme — merek donat dan makanan cepat saji
    (berasal dari frasa “Crispy Cream”)

Sebagian nama tersebut dibangun melalui penghilangan huruf vokal, perubahan fonetik, maupun modifikasi ejaan yang sengaja dirancang agar terdengar lebih khas dibandingkan bentuk kata bakunya. Dalam konteks branding, penyimpangan semacam ini bukan dipandang sebagai kekeliruan linguistik semata, melainkan sebagai strategi diferensiasi untuk membangun identitas yang lebih unik, mudah dikenali, serta lebih mudah menonjol di tengah kompetisi pasar.

Dalam ilmu branding, pendekatan semacam ini berkaitan erat dengan konsep distinctiveness, yaitu kemampuan sebuah identitas untuk tampil berbeda di dalam memori konsumen. Secara psikologis, otak manusia cenderung lebih mudah mengingat sesuatu yang terasa unik, ganjil, atau sedikit menyimpang dari pola umum. Di sinilah nama merek yang tidak biasa sering kali memperoleh kekuatan diferensiasi yang lebih kuat di dalam memori konsumen.

Sebagai contoh, Lyft secara sengaja memodifikasi kata “Lift” menjadi “Lyft”. Perubahan tersebut memang tampak sederhana, tetapi menghasilkan identitas visual dan fonetik yang lebih khas. Selain lebih mudah diproteksi secara hukum, nama tersebut juga membangun kesan modern, digital, dan dekat dengan kultur startup teknologi.

Hal serupa dapat dilihat pada Flickr yang menghilangkan huruf vokal terakhir dari kata “Flicker”. Strategi semacam ini cukup populer pada era awal perkembangan perusahaan internet karena membantu menciptakan nama domain yang lebih singkat, unik, dan lebih mudah diamankan secara digital.

Sementara itu, Tumblr memodifikasi kata “Tumbler” dengan menghilangkan huruf vokal sehingga menghasilkan bentuk visual yang lebih ringkas dan modern. Pendekatan seperti ini sempat menjadi tren di era Web 2.0 karena dianggap mampu menciptakan identitas digital yang lebih khas dan mudah menonjol di antara banyak startup teknologi.

Adapun Krispy Kreme menggunakan ejaan yang dimodifikasi dari frasa “Crispy Cream”. Walaupun secara linguistik terlihat tidak baku, kombinasi tersebut justru menciptakan identitas yang lebih playful, mudah diingat, dan memiliki karakter komersial yang kuat.

Dari perspektif hukum merek, strategi semacam ini juga memiliki keuntungan yang cukup signifikan. Nama yang terlalu generik, terlalu deskriptif, atau terlalu umum sering kali lebih sulit memperoleh perlindungan hukum karena dianggap tidak memiliki daya pembeda (distinctiveness). Sebaliknya, modifikasi kata yang dilakukan secara kreatif justru dapat memperkuat unsur pembeda sebagai identitas komersial.

Inilah sebabnya banyak perusahaan modern sengaja menghindari penggunaan kata kamus secara utuh. Mereka memilih melakukan modifikasi huruf, penghilangan vokal, permainan fonetik, maupun penciptaan istilah semi-abstrak agar merek menjadi lebih unik secara visual, auditif, maupun hukum.

Namun demikian, strategi ini tentu tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Nama yang terlalu rumit, terlalu sulit dibaca, atau terlalu asing justru dapat menimbulkan phonetic friction, yaitu hambatan psikologis ketika konsumen mencoba mengucapkan maupun mengingat sebuah merek. Dalam praktik branding, keseimbangan antara keunikan dan keterbacaan tetap menjadi faktor yang sangat penting.

Dengan demikian, kekuatan strategi semacam ini sebenarnya bukan terletak pada unsur “ketidaklazimannya” semata, melainkan pada kemampuannya membangun identitas yang berbeda, mudah dikenali, serta mampu menciptakan karakter emosional yang kuat di dalam benak pasar.

Strategi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa branding tidak selalu tunduk sepenuhnya pada kaidah bahasa formal. Dalam banyak kasus, persepsi, daya ingat, diferensiasi identitas, serta kekuatan asosiasi sebuah merek justru menjadi faktor yang jauh lebih menentukan dibandingkan sekadar ketepatan ejaan secara linguistik.

IndoTrademark IP Law & Brand Strategy

dibaca: 138 kali

TAG :

pendaftaran merekmendaftarkan merekcek merekdaftar merekpengacara merekbranding strategy
 

Berita & Artikel Terkait

Berita & Artikel Lainnya

1 2 3 4 5 »
 

Mediasi Pada Pidana Hak Cipta, Menguntungkan Atau Merugikan Korban?

Oleh: Ichwan Anggawirya Hak cipta merupakan hak kekayaan yang bersifat immateriil dan merupakan hak kebendaan. Salah satu sifat atau asas yang melekat pada hak kebendaan adalah asas droit de suite, asas hak mengikuti bendanya. Hak untuk menuntut akan mengikuti benda tersebut secara terus-menerus di tangan siapapun benda itu berada. Perlindungan hak cipta sebagai hak kebendaan...

Pertarungan Dua Mawar Akhirnya Dimenangkan Oleh Wardah

Wardah sebagai pencetus dan penemu pertama formulasi cairan pengharum cucian merek Mawar Super Loundry kini dapat bernafas lega, gugatan pembatalan merek yang telah dimenangkan di tingkat Pengadilan Niaga kini telah inkrah dengan adanya keputusan Mahkamah Agung Nomor 161 K/Pdt.Sus-HKI/2019 yang dalam keputusannya menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi atau yang sebelumnya sebagai pihak...

Ichwan Anggawirya: Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum Tidak Mengeksploitasi Anak

Audisi pencarian bakat Bulutangkis yang dilakukan oleh Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum sempat menjadi polemik karena adanya komentar yang menyatakan PB Djarum mengeksploitasi anak dengan UU No 35 Tahun 2014.   Praktisi dan pakar HAKI Magister Ilmu Hukum Universitas Bung Karno, Ichwan Anggawirya di forum grup diskusi senin dikampus Magister Ilmu Hukum Universitas Bung Karno,...

Sengketa Merek Mawar Super Laundry

Siti Wardah, pengusaha cairan pembersih untuk laundry pakaian mengajukan gugatan pembatalan merek 'MAWAR SUPER LAUNDRY'. Gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Niaga Jakarta. "Klien saya ajukan gugatan pembatalan karena pendaftaran merek dilakukan dengan itikad tidak baik dan tidak jujur," kata kuasa hukum penggugat, Ichwan Anggawirya kepada Gatra.com di Jakarta, Sabtu,...

80 Tahun Sengketa Hak Cipta Lagu "Happy Birthday to You" Berakhir

Los Angeles - Lagu “Happy Birthday to You” mungkin sudah biasa didengar dalam pesta-pesta ulang tahun. Namun, ternyata, di balik itu, terdapat kesangkutmarutan siapa yang berhak memegang hak cipta. Pencipta melodi Mildred Hill bersaudara kah? Yang pertama kali membuat melodi lagu tersebut dengan judul awal 'Good Morning to All' untuk anak-anak TK pada tahun 1889, atau yang...

Sengketa Merek, Perusahaan Kereta Dorong Bayi Jerman Gugat Cybex Lokal

Produsen kereta dorong bayi asal Jerman, Cybex gmbH kaget pendaftaran merek di Indonesia tidak disetujui Kementerian Hukum dan HAM karena sudah ada stroller dengan merek yang mirip dengan merek Cybex. Atas hal itu, langkah hukum pun diambil.   Kasus bermula saat Cybex gmbH mengajukan permohonan pendaftaran merek ke Direktorat Merek Kemenkum HAM pada 19 Juni 2015. Selain di...

Sengketa Merek, Mobil BMW Kalah Lawan Baju BMW dari Penjaringan

Mahkamah Agung (MA) tidak menerima Peninjauan Kembali (PK) perusahaan mobil asal Jerman, BMW. Alhasil, Henrywo Yuwijono kini bernapas lega memproduksi merek baju BMW alias Body Man Wear.   Kasus bermula saat perusahaan Beyerische Motoreen Werke (BMW) Aktiengesellschafft menggugat warga Muara Karang, Penjaringan, Jakarta Utara, Henrywo. Perusahaan yang bermarkas di Munich, Jerman...

Lois Spanyol gagal batalkan merek lokal

Jakarta. Pemegang lisensi merek dagang Lois di Indonesia PT Intigarmindo Persada gagal membatalkan merek Newlois dan Redlois milik pengusaha lokal Agus salim setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak gugatannya, Selasa (31/5).   "Mengadili, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya," ungkap ketua majelis hakim Didiek Riyono dalam amar putusannya. Dalam...

Led Zeppelin Menang Gugatan Hak Cipta Lagu Stairway to Heaven

Grup music legendaris Led Zeppelin memenangi kasus gugatan hak cipta yang dilayangkan terhadap anggota grup band rock asal Inggris itu, setelah juri menolak klaim bahwa petikan gitar pembuka Stairway to Heaven diambil dari band asal AS, Spirit.   Keputusan juri, yang menemukan perbedaan substansial antara Stairway to Heaven dan lagu instrumental Spirit Taurus, diambil setelah...

Dituduh Jiplak "Stairway to Heaven", Led Zeppelin Jalani Sidang di AS

LOS ANGELES, Dua personel grup musik legendaris Led Zeppelin, Jimmy Page dan Robert Plant, akan menghadiri sidang yang digelar pada Selasa (13/6/2016), terkait kasus tudingan "pencurian" lagu ternama, "Stairway to Heaven", yang dilontarkan sebuah grup musik asal AS.   Spirit, grup musik psychedelic asal Los Angeles yang eksis pada masa yang sama dengan Led...

Butuh Konsultasi Gratis?

Tim expert kami siap membantu Anda memilih layanan yang tepat untuk kebutuhan bisnis